Saat Qori’ Muhammadiyah Dapatkan Apresiasi dan Beasiswa Pendidikan dari Ketua PWM Jawa Tengah

Stadium General merupakan kegiatan rutin STAI Muhammadiyah Klaten dalam menyambut awal ajaran dan mahasiswa baru setiap tahunnya. Stadium General tahun ini mengangkat tema “Islam dan Dilema Kehidupan Kekinian” dan dilaksanakan di Aula STAI Muhammadiyah Klaten pada Hari Senin, 10 Oktober 2022. Tema ini diusung mengingat semakin kaburnya antara ajaran Islam menghadapi gempuran globalisasi. Pada satu sisi, umat Islam berkeyakinan bahwa ajaran normatif senantiasa aktual, namun pada sisi yang lain problem aktual yang tidak ditemukan pada masa lalu seringkali membuat gagap dalam upaya meresponnya. Adapun peserta kegiatan ini tidak hanya mahasiswa baru saja melainkan seluruh civitas akademika STAI Muhammadiyah Klaten.

Dimulai dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an, Qori’ (pembaca ayat suci al-Qur’an) pada kegiatan ini, Luthfi Al-Bukhori bin Dahlan mendapat kejutan dari pemateri Stadium General kali ini. Dr. K.H. Tafsir, M.Ag selaku pemateri juga Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah memberikan hadiah berupa beasiswa pendidikan kepada sang qori’.

“Biasanya kalau saya diundang acara oleh perguruan tinggi Muhammadiyah, Qori’ biasanya melantunkan dengan murottal, tidak seperti Qori’ barusan yang patut diapresiasi. Jadi untuk Qori’ tadi, silakan ketika sudah waktunya bayar SPP, hubungi saya, nanti saya minta rekening STAI Muhammadiyah Klaten untuk saya tanggung selama dua semester studi.” Ungkap Kiai Tafsir.

Jangan Lupakan Turats Klasik!

Pada kesempatan Stadium General ini, Luthfi membacakan bagian akhir dari al-Qur’an Surat Al-Hasyr dan Al-Kahfi. Saat dalam membahas perihal pembacaan ayat suci, Kiai Tafsir mengingatkan bahwa dalam membaca al-Qur’an, umat terjangkit dengan penyakit instanisasi, yang penting bisa cepat membaca al-Qur’an dengan metode yang instan.

“Jangan lupakan kekayaan intelektual klasik. Ada kini millennial yang tahu kitab klasik tajwid? Ada yang tahu Kitab Hidayatus Sibyan?” Tanya Kiai Tafsir kepada hadirin.

Kitab Hidayatus Sibyan merupakan kitab yang disusun oleh Syaikh Sa’id ibn Sa’ad An-Nabhani al-Hadrami. Beliau merupakan seorang ulama yang ahli dalam bidang bahasa, fikih, serta berpengetahuan luas perihal ilmu membaca al-Qur’an. Adapun kitab tersebut merupakan kitab tajwid dasar dengan salah satu kelebihan disusun terdiri dari bait-bait sya’ir, atau dikenal dengan istilah nadham. Bersamaan dengan itu pula Kiai Tafsir mengritik sebagian muslim modernis yang beliau nilai kebablasan dalam ‘kembali pada al-Qur’an dan Sunnah’ sehingga menafikan karya-karya sastra klasik agar fokus secara rigid kepada al-Qur’an dan Sunnah.