Pembekalan PLP 2022, Mahasiswa Dituntut Untuk Berperan Nyata

Klaten (05/09/22) – Komitmen Pendidik Unggul Berperan Nyata Mencerdaskan Bangsa yang diusung pada tema OSMARU dan MASTA 2022 diimplementasikan pada kegiatan Pembekalan Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) yang dilaksanakan di Aula STAI Muhammadiyah Klaten pada Hari Rabu dan Kamis (5-6 Oktober 2022).

Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk keseriusan institusi dalam menjadikan para mahasiswa sebagai calon tenaga pendidik yang handal, baik secara religiusitas maupun secara intelektualitas. Pembekalan PLP ini dimaksudkan untuk para mahasiswa memahami teritorial lingkungan sekolah dengan baik dan profesional, tidak hanya itu para mahasiswa dituntut untuk membawa kebermanfaatan untuk sekolah yang dijadikan tempat magang tersebut.

Mahasiswa yang menjadi peserta PLP tahun ini terdiri dari mahasiswa semester 5 dan 7 Prodi PAI serta semester 7 Prodi PIAUD. Ketua STAI Muhammadiyah Klaten menghimbau dalam sambutannya kepada para mahasiswa peserta PLP agar memanfaatkan kegiatan PLP sebagai wahana pembelajaran penerapan pengetahuan di lingkungan kampus terhadap lingkungan sekolah, “Memberikan keharuman dan kebermanfaatan untuk tempat di mana berpijak, khususnya saat mahasiswa menjalankan magang di sekolah-sekolah, pergunakan sebaik-baiknya dan jadikan pembelajaran serta implementasikan pengetahuan yang dipelajari di kampus kita tercinta ini supaya memberikan kebermanfaatan untuk para para siswa”. Ungkap Muriyanto, M.Pd.I saat sambutannya.

Di samping itu, Muriyanto mengungkapkan bahwa masa depan itu tergantung pada tenaga pendidik dalam mentransfer ilmu pengetahuannya, “Ilmu pengetahuan yang disampaikan kepada peserta didik dengan ikhlas akan memberikan dampak yang baik bahkan membawa keberkahan”, pungkas Muriyanto yang juga saat ini sedang melanjutkan pendidikan Doktoral di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Pandangan yang disampaikan oleh ketua STAI Muhammadiyah Klaten diaminkan pula oleh Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Naomi Fahma, M.Pd., pendidik yang berkarakter islami akan mewujudkan efek domino yang positif bagi peserta didik kelak, “Sebaik-baiknya manusia ialah manusia yang bermanfaat untuk orang lain, maka dari itu mahasiswa STAI Muhammadiyah Klaten harus menjadi garda terdepan untuk memberikan efek positif untuk peserta didik supaya kelak para penerus bangsa memiliki karakter islami dan berintelektual tinggi”, menurut Naomi Fahma.

Tidak hanya itu bahwa PLP STAI Muhammadiyah Klaten 2022 ini harus berdampak positif untuk peserta didik bahkan sebisa mungkin menjadi tolak ukur bahwa peradaban saat ini tetap memiliki akhlak, “Akhlak yang baik akan menjadi cerminan di masa yang akan datang, maka dari itu para mahasiswa harus mengimplementasikan akhlak dalam menyampaikan ilmu yang didapat saat perkuliahan sebagai pondasi utama, khususnya untuk lingkungan PLP yang mahasiswa tempati, selain itu pula utamakan kerapihan dalam berbusana.” Pungkas Naomi Fahma dalam sambutannya.

Berbeda dengan ungkapan Wakil Ketua 4 bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan, H. Bambang Trenggono, M.Pd.I. Kampus merdeka pada dasarnya mengintegrasikan ilmu-ilmu yang dipelajari di kampus, maka dari itu setiap calon tenaga pendidik harus cerdas serta mampu menguasai hal yang disampaikan oleh para dosen dalam memberikan materi di dalam kelas, “Mahasiswa merupakan corong bagi peradaban bangsa, untuk itu penguasaan dalam ilmu-ilmu yang dipelajari selama berkuliah di STAI Muhammadiyah Klaten harus mengintegrasikan antara ilmu-ilmu keislaman maupun ilmu-ilmu yang lainnya, tenaga pendidik itu akan menjadi contoh bagi peserta didik maka dari itu kecerdasan intelektual harus dikolaborasikan dengan kecerdasan spiritual.” Ungkap Bambang dalam menyampaikan materi Kampus Merdeka Belajar.

Tidak hanya mengintegrasikan ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan (umum) saja, dalam kampus merdeka belajar, para mahasiswa pun dapat menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi di tempat (kampus) yang lain sebagai pengembangan keilmuan. “Kampus merdeka yang saat ini dijalankan menjadikan kita semakin dewasa dalam berpikir, karena kita saat ini bisa berkuliah di mana pun ini bentuk pendewasaan diri, bagus sekali ide yang diimplementasikan oleh Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim ini, karena selama kita bisa ada keinginan kita bisa belajar di kampus yang lebih besar dan lebih bagus”, pungkas Bambang.

Perihal keuangan harus diperhatikan oleh seluruh peserta PLP STAI Muhammadiyah Klaten tahun ini, karena pada dasarnya keuangan merupakan hal yang sangat sensitif dan sangat dibutuhkan oleh seluruh peserta PLP. Wakil Ketua 2 Bidang Keuangan dan Sarana Prasarana Sri Handayani, M.Pd.I, mengungkapkan bahwasanya pengeluaran sebisa mungkin diminimalisir, “Pada biaya PLP tahun 2022 ini sebesar Rp. 500.000,- untuk setiap mahasiswa, akan tetapi biaya tersebut dipergunakan untuk keberlangsungan PLP, untuk biaya keperluan mahasiswa PLP diserahkan kepada masing-masing, sebisa mungkin diminimalisir pengeluarannya dan jangan lupa untuk didata pengeluarannya.” Ungkap Sri Handayani.

Perlunya meminimalisir keuangan, supaya para mahasiswa memahami fungsi akan keuangan tersebut dan juga memahami bahwa uang yang minim tersebut dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya, “Uang pada dasarnya memiliki nilai, dari nilai tersebut memiliki makna, maka dari itu pergunakan uang untuk perlengkapan sesuai dengan kebutuhan supaya memiliki makna dan memiliki manfaat yang besar agar membawa keberkahan.” Pungkas Handayani.

Pada perjalanannya, PLP 2022 ini akan dilaksanakan pada Senin, 10 Oktober 2022. Pada pembagiannya masing-masing diwajibkan untuk mengobservasi terlebih dahulu supaya memahami kondisi tempat yang akan ditempati untuk PLP, “Setiap peserta wajib memahami situasi dan kondisi di dalam sekolah yang akan ditempati supaya kenyamanan dapat dirasakan, berkaryalah dan berikan efek positif untuk tempat yang disinggahi.” Ungkap Muhammad Suranto selaku Kepala Prodi PAI STAI Muhammadiyah Klaten.

Pergunakan waktu sebaik mungkin selama mengabdikan diri di tempat PLP, jalankan sesuai fungsinya serta semoga yang belum mengajar kedepannya dapat diminta untuk mengabdi di sekolah tersebut. “Harapannya mahasiswa yang belum mengajar dapat diminta untuk membantu mengajar di sekolah tersebut, karena program PLP ini adalah bentuk pengabdian.” Ungkap M. Syafi’I selaku Sekretaris Prodi PIAUD STAI Muhammadiyah Klaten.

Jadi pada dasarnya PLP ini adalah modal untuk para mahasiswa dapat mengimplementasikan keilmuan yang didapat saat belajar di STAI Muhammadiyah Klaten. Hal ini setidaknya sebagai penegasan STAI Muhammadiyah Klaten sebagai perguruan tinggi yang berperan nyata dalam mencerdaskan bangsa.

(ES – TIM Humas STAI Muhamamdiyah Klaten)