15 Mahasiswa STAI Muhammadiyah Klaten Penuhi Undangan Kemenag dalam Kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Remaja

Klaten – (26/10/2022) Sebanyak 15 Mahasiswa STAI Muhammadiyah Klaten penuhi undangan Kemenag Kabupaten Klaten untuk mengikuti kegiatan bimbingan perkawinan pra nikah remaja. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tiga shift, untuk angkatan I, II dan III. Adapun setiap shift dihadiri oleh lima mahasiswa perwakilan kampus. Kegiatan bimbingan perkawinan ini dilaksanakan dimulai dari Hari Selasa, Rabu, dan Kamis, 25-27 Oktober 2022 pukul 07.30 – 17.00 WIB di Aula Al-Ikhlas Kankemenag Kab. Klaten.

Kegiatan bimbingan perkawinan pra nikah remaja ini merupakan salah satu program yang digiatkan pada jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten. Hal ini lantaran untuk membangun keluarga yang hebat membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh, yang dimulai dari mempersiapkan pengetahuan yang mumpuni sedari remaja usia nikah. Problem yang muncul belum secara signifikan berubah di mana kegiatan ini sebagai ikhtiar pemerintah dalam merespon tingginya angka perceraian yang terjadi.

Dalam pembukaan kegiatan ini, H. Bakri, M.Pd selaku Kasi Pendidikan Madrasah mengatakan bahwa harapannya, “Kegiatan ini dapat membantu dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah.”

Selanjutnya, materi-materi yang disajikan terbagi kepada tiga materi inti, yakni materi terkait self awareness, kesehatan sistem reproduksi, serta pengertian-pengertian mendasar seputar perkawinan, remaja, hukum serta usia minimum menikah. Materi tentang kesadaran diri atau self awareness disampaikan oleh H. Sugiyanto, S.Ag selaku Kepala KUA Kemalang. “Mengenal diri dan pasangan menjadi penting untuk meminimalisir konflik.” Ujar Sugiyanto. Lalu, beliau juga menjelaskan mengenai macam-macam keluarga, dimulai dari berubahnya pola komunikasi, waktu yang berkualitas, kemandirian ekonomi, serta kejahatan cyber.”

Alfian Ricky Sukarno, Mahasiswa STAI Muhammadiyah Klaten turut aktif dalam kegiatan bimbingan perkawinan (25/10/2020) Foto: Humas Kemenag

Adapun pemateri kedua, kesehatan sistem reproduksi disampaikan oleh Yeni Nurul Fatmawati, S.St, selaku Dinas Kesehatan. Beliau menyampaikan pentingnya asupan gizi yang optimal, baik untuk mempersiapkan diri dalam kehamilan dan mencegah stunting. Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi  kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Sementara pemateri ketiga, Muh. Sarif Anwar, S.Ag selaku Kepala KUA Manisrenggo memberikan penjelasan terkait pengertian perkawinan, remaja, hukum perkawinan, serta usia minimum menikah.

Anang Pamungkas sebagai peserta kegiatan bimbingan mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi penting, “Sebagai bekal dalam membina rumah tangga sehingga segala problematika dapat disikapi dengan langkah yang tepat.” Ujar Anang. Begitu pun testimoni peserta lain, bahwa kegiatan ini dapat menambah pengetahuan, “sehingga pernikahan akan lebih tertata dan lebih siap bagi setiap pasangan.” Ujar Suhail Ahmad Rosyid.

Dalam upaya mencetak mahasiswa STAI Muhamadiyah Klaten sebagai pendidik unggul dan berperan nyata, kegiatan ini menjadi penting dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.